Selasa, 10 Februari 2015

Senja dan Catatan Tentang Kita

Senja dan Catatan Tentang Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senja tengah mematung di barat cakrawala. Arak-arakan awan mulai berganti warna, dari biru laut menjadi oranye kemerahan. Sinar keemasan dari barat cakrawala menyemburat ke seluruh arah mata angin. Serpihan kemilau emasnya menyilaukan mata bagi siapapun yang tengah menikmatinya.

Senja menjadi pertanda bahwa sang surya akan kembali ke peraduannya dan tak lama lagi akan tergantikan oleh rembulan. Dan kemudian turunlah Batara Kala. Sebelum batara kala turun, burung-burung berlalu lalang kembali ke sarangnya di rerimbunan dahan-dahan pohon.

Jalan raya yang sejam lalu masih dilalui banyak kendaraan karena jamnya pekerja pulang kini melenggang. Sepi. Rasanya benar-benar senja yang indah. Karena suasana begitu memikat hati, menarik untuk kutulis agar menjadi sebuah cerita. Sungguh beruntung aku dapat menikmati senja bersama orang-orang yang kelak menjadi orang hebat, orang-orang yang kelak akan terukir namanya dalam deretan nama sastrawan Indonesia.

Senja kali ini membuatku tak ingin pulang. 18 bulan sudah aku belajar di salah satu sekolah menegah atas di kota minyak ini, jarang merasakan momen alam yang indah. Kecuali senja yang benar-benar memikat dan membuatku tergila-gila pada senja-senja selanjutnya. Berawal dari cerpen Seno Gumira Aji Dharma yang berjudul Sepotong Senja Untuk Pacarku, aku menjadi tergila-gila dengan senja. Di depan kelasku, Galaksi XI IPS 1. Tepatnya di pinggir rumah I
... baca selengkapnya di Senja dan Catatan Tentang Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 09 Februari 2015

Malu Ah Sama Monyet!

Malu Ah Sama Monyet! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Erika Untung

Ada hal menarik yang saya lihat ketika sedang menghabiskan akhir minggu bersama dengan papa, mama, oma, dan 2 adik saya. Dalam sebuah perjalanan di daerah Kelapa Gading, saya melihat hal yang cukup menggelikan ketika sedang terjebak kondisi jalanan yang macet. Di pinggir jalan ada 1 ekor monyet beserta dengan sang majikannya. Ketika mobil yang saya tumpangi secara perlahan maju ke depan menjauhi monyet tersebut, perhatian saya secara tidak sengaja tetap tertuju pada si monyet tersebut. Sang pengendara mobil di belakang saya menjulurkan tangannya untuk memberikan selembar uang seribuan kepada monyet tersebut. Apa yang terjadi?

Monyet tersebut menerima uang lembaran tersebut. Kemudian melipatnya … dan menciumnya, serta menunduk berterimakasih kepada sang pemberi uang tersebut.. Whew! Sungguh hampir sama dengan manusia bermental pengemis yang semakin banyak saja di negeri ini! Kemudian sang monyet tersebut memberikan uang tersebut kepada majikannya yang hanya cengar cengir tersenyum senang.

Tidak berapa jauh dari tempat tersebut, ada seekor monyet dan seorang majikannya lagi.. Duduk di tepi jalan dan melakukan hal yang sama. Kemudian saya meminta papa saya untuk mencoba memberikan uang kepada monyet tersebut. Papa saya pun melemparkan uang logam 500-an.. Dan a
... baca selengkapnya di Malu Ah Sama Monyet! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 05 Februari 2015

Memperbaiki Boneka

Memperbaiki Boneka Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Liping, gadis kecil disuruh ibunya ke toko 7 Evelen dekat rumahnya untuk membeli sesuatu, dengan pesanan untuk segera kembali ke rumah setelah membeli barang yang dimaksud. Namun sejam...dua jam kini telah berlalu. Liping belum juga kembali dan hal ini membuat ibunya penasaran dan cemas.

"Ke mana saja engkau pergi?" Tanya ibunya dengan teriakan keras ketika Liping akhirnya muncul di depan pintu.

"Mami...maafkan Liping. Aku tahu kalau aku terlambat pulang." Kata Liping penuh penyesalan. "Tapi...tadi boneka Lingling, teman Liping, rusak. Aku harus membantunya memperbaiki boneka itu." Lanjut Liping menjelaskan.

"Engkau membantu Lingling memperbaiki bonekanya? Bagaimana caranya engkau memperbaikinya?" Lanjut ibunya dengan penuh rasa heran.

"Jujur bu...,saya tak mampu perbaiki bonekanya...saya hanya duduk di samping Lingling dan menangis bersamanya." Lanjut Liping.

Tertawalah bersama mereka yang tertawa dan menangislah bersama mereka yang menangis.

Sahabat adalah ia yang senantiasa berada di sampingku, bahkan juga di saat ketika dunia seakan mati.


... baca selengkapnya di Memperbaiki Boneka Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 04 Februari 2015

Wiro Sableng #54 : Pembalasan Pendekar Bule

Wiro Sableng #54 : Pembalasan Pendekar Bule Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

PENDEKAR 212 WIRO SABLENG SESAAT BERDIRI MEMANDANGI BANGUNAN BESAR BERBENTUK JOGLO ITU.
"BANGUNAN BEGINI BESAR TAPI TIDAK SATU MANUSIAPUN KELIHATAN," KATA MURID SINTO GENDENG DALAM HATI. DI SAMPING KANAN BANGUNAN TAMPAK SEBUAH KERETA PUTIH.

TAK JAUH DARI SITU SEEKOR KUDA PUTIH TENGAH MENCARI MAKAN DI HALAMAN YANG BANYAK DITUMBUHI RUMPUT LIAR. BINATANG INI TAMPAK GELISAH. SEBENTAR-SEBENTAR DIA MENEGAKKAN KEPALA LALU MERINGKIK. WIRO MENDEKATI KUDA PUTIH INI LALU MENGUSAP-USAP LEHERNYA SAMPAI BINATANG INI TENANG KEMBALI, MALAH BALAS MENGGESER-GESERKAN PIPINYA KE BAHU SANG PENDEKAR.

"NENEK HANTU BULAI! APAKAH KAU ADA DI RUMAH?!" WIRO BERTERIAK MEMANGGIL SESEORANG YANG PUNYA GELAR ANEH YAITU SI PEMILIK RUMAH BESAR.

SUARA SANG PENDEKAR MENGGEMA SESAAT. DIA MENUNGGU. TAK ADA JAWABAN. WIRO BERSERU SEKALI LAGI. SEKALI LAGI. TETAP HANYA KESUNYIAN YANG MENYAMBUT. DIA LALU MEMASANG TELINGA. LAPAT-LAPAT DIA MENDENGAR SUARA SEPERTI AIR MENCURAH DI SEBELAH TIMUR BANGUNAN.

"AGAKNYA ADA AIR TERJUN DI BELAKANG SANA..." PIKIR WIRO. LALU DIA PUN MELANGKAH CEPAT MENUJU BELAKANG BANG
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #54 : Pembalasan Pendekar Bule Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

The Power of Kepepet

The Power of Kepepet Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Tomi adalah seorang pegawai kantoran yang sedang bernasib apes. Kantornya yang hampir bangkrut melakukan rasionalisasi pegawai. Ia ikut terkena pemutusan hubungan kerja. Padahal, ia merasa di perusahaan itu sudah sangat nyaman. Apa daya. Ia harus jadi pengangguran lagi. Ia pun tak tahu harus ke mana mencari pekerjaan. Sebab, ia hanya lulusan SMA. Yang sarjana saja susah cari pekerjaan, apalagi dirinya yang hanya sekolah SMA, begitu pikirnya.

Di rumah, ia harus menanggung hidup dua anak dan seorang istri. Meski istrinya berjualan sayuran untuk membantu menambah penghasilan, jumlahnya tak cukup. Anaknya sudah sekolah SD. Mereka butuh makan dan butuh biaya sekolah yang tak sedikit. Tomi pun kebingungan. Sebab, pesangon yang diberikan perusahaan jumlahnya hanya cukup untuk hidup tiga bulan.

Karena tak kunjung mendapat pekerjaan pengganti, ia pun hampir putus asa. Di tengah kebingungannya itu, ia melihat istrinya justru makin banyak mendapat pelanggan. Masakan yang dibuat istrinya rupanya banyak yang suka. Di tengah kegelisahan itu, Tomi pun mendapat ide.

“Bu, bagaimana kalau mulai besok kamu jualan gudeg saja?” “Memangnya kenapa Mas?” “Kamu dulu pernah masakin aku gudeg enak sekali.” “Terus?” “Iya, aku lihat di kampung ini banyak orang Jawanya. Mereka kan biasanya kangen masakan Jawa. Kita jualan gudeg saja. Sia
... baca selengkapnya di The Power of Kepepet Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 01 Februari 2015

Tuhan Membawamu Kembali

Tuhan Membawamu Kembali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dentingan halus suara piano mengalun indah. Menggelayut semu di telinga, hati dan otak Mary. Seorang lelaki yang memakai seragam putih abu-abu, membiarkan jemarinya menari di atas piano putih itu. Mengalunkan sebuah nada-nada yang indah, bahkan sangat indah.

Mario mendongakkan kepalanya dan menatap gadis yang sedari tadi berdiri di sebelahnya, menatapnya penuh arti.
Suara Mario memecah keheningan. “Gak perlu bakat untuk menjadi hebat dalam sesuatu, hanya butuh kemauan dan kerja keras. Keajaiban akan membuatmu hebat”
Mary terbungkam. Suasana hatinya kali ini sungguh bergejolak dengan jutaan amarah dan ketidak percayaan “Tapi gue beneran ga bisa Yo.”
“Ga ada yang ga bisa Ri, lo masih bisa belajar. Kesempatan itu masih ada Ri. Gue mau jemari lo yang mainin piano putih ini bukan gue.”
“Tapi Yo…”
“Demi gue Ri, demi gue.”

Mary mendekat ke arah Mario, menatapnya sungguh dalam tak butuh waktu 2 detik. Mary sudah memeluk erat Mario. Cairan hangat di pelupuk matanya sudah tumpah, tanpa
... baca selengkapnya di Tuhan Membawamu Kembali Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban

Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Ketika perempuan tua pengurus jenazah memberitahu bahwa kain kafan siap untuk ditutupkan, Sri Surti Purwani meraung keras dan menubruk jenazah puterinya. Dipeluknya kuat-kuat seperti tak akan dilepaskan apapun yang terjadi.

Orang-orang perempuan yang ada di ruangan besar itu tak dapat menahan keharuan dan ikut mengucurkan air mata. Seorang lelaki bertubuh kurus, mengenakan blangkon coklat berbunga hitam dan baju lurik hitam bergaris kuning coklat, menyeruak di antara mereka yang hadir lalu memegang bahu Surti Purwani, berusaha menariknya seraya mengucapkan kata-kata membujuk.

"Sudah bune. Cukup..... Relakan anak kita pergi. Biar arwahnya tenang di alam baka..."

Setelah membujuk berulang kali dan menarik tubuh permpuan itu dengan susah payah, akhirnya lelaki tadi—Sumo Kabelan, suami Surti Purwani berhasil menjauhkan istrinya dari jenazah. Namun begitu terpisah perempuan ini langsung pingsan hingga terpaksa digotong ke kamar.

Sumo Kabelan Mengusap mukanya beberapa kali. Namun
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #24 : Penculik Mayat Hutan Roban Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1